Tentang MAPAGAMA

Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gadjah Mada

Status  : Unit Kegiatan Mahasiswa

Kegiatan: keagiatan petualangan, pendidikan dan pengabdian masyarakat dan lingkungan

Deskripsi Kegiatan      :

  1. Kegiatan petualangan (ekspedisi dan eksplorasi) di daerah baru dan menarik dari tingkat petualangannya.
  2. Pengabdian untuk lingkungan dalam bentuk peringatan hari bumi dan pendidikan lingkungan.
  3. Manajemen out bond yang merupakan sarana peningkatan kinerja.
  4. Search and Rescue tanggap darurat (emergency respone)
  5. Penelitian ilmiah maupun sosial yang sejalan dengan kegiatan ekspedisi maupun eksplorasi.
  6. Olah raga alam bebas seperti arung jeram, panjat tebing, penelusuran gua, pendakian gunung, penelusuran hutan, selancar dan lainnya.

SEJARAH MAPAGAMA

MAPAGAMA didirikan pada bulan September 1973 sebagai unit kegiatan ekstrakurikuler kepencintaalaman di bawah Dewan Mahasiswa UGM (DEMA UGM). Pada tahun 70-an, Gerakan Mahasiswa mengalami puncaknya pada peristiwa Malari 1974. Mendorong Pangkop kamtib mengeluarkan S.Kep/02/Kopkam/1978 tentang pembubaran Dema dan Sema dan lanjut keluar SK tentang NKK/BKK oleh Menteri P dan K. Dibekukannya Dema, otomatis MAPAGAMA bubar.  Sejarah MAPAGAMA dari tahun tersebut sampai 1981 berada pada masa kegelapan informasi.

Tahap II 1981 – 1989

  1. Kepengurusan Presidium

Tahun 80-an muncul kembali ide untuk menghidupkan MAPAGMA, pada Agustus 1981 MAPAGAMA resmi berdiri lanjut sebulan kemudian dibentuh Pengurus Harian yang memperoleh mandat dari kelompok-kelompok pecinta alam yang ada di UGM untuk mengembalikan eksistensi MAPAGAMA dengan menyusun program kerja.Rumusan selesai pada bulan Oktober/November 1981 dan PH juga merumuskan sistem organisasi MG. MG merupakan sentral wadah kepencintaalaman UGM dan sebagai pusat koordinasi mapala fakultas. Internal MG sebagai pengarah kegiatan MG di fakultas dan ekstern sebagai saluran aspirasi mapala fakultas. AD/ART MG mulai disusun tahun 1982, dirumuskan dan dimusyawarahkan pada tahun 1983 serta disahkan tanggal 28 Mei di Gelanggang Mahasiswa. Bentuk MG sebagai perserikatan tampak dalam kepengurusan harian yang bersistem presidium. Sebagai rekruitmen, diadakanlah Gladimula I 14-15 Agustus 1983. Gladimula I bertujuan untuk mengusahakan standarisasi pengetahuan dan ketrampilan dasar pencinta alam di antara berbagai perhimpunan di UGM Angkatan Gladimula I ini berjumlah 27 orang (angkatan Kayak).

Ekspedisi Gajah Mada 1984 dilaksanakan pada bulan Juli – September 1989 di Kecamatan Ilaga dan Beoga, Kabupaten Jayawijaya, Irian. Materi ekspedisi meliputi penelitian pengabdian masyarakat dan olahraga pecinta alam (ke Pegunungan Jaya Wijaya-Puncak Carstenz).

Seusai EGM 84 beberapa personil kembali ke fakultas karena merasa bentuk perserikatan dirasa kurang cocok bagi perkembangan MG. Tanggal 23 Desember 1984 diadakan suatu pertemuan untuk membahas masalah keanggotaan dan bentuk MG.

Akhirnya diputuskan bahwa keanggotaan MG bersifat individu. Diadakan heregistrasi bagi anggota agar sesuai dengan bentuk MG yang baru. Kriteria anggota adalah eks Gladimula 1, eks panitia pembina, instruktur Gladimula 1, eks EGM 84 dan pengurus harian. Dan setelah itu dibentuk kepengurusan transisi dari bentuk perserikatan ke bentuk perhimpunan biasa. Maka harus ada revisi total untuk AD/ART, yang pelaksanaannya dikerjakan oleh tim yang dipimpin Mas Sunyoto, disahkan tanggal 23 September 1985. Perubahan sistem keanggotaan mulai diterapkan pada Gladimula II yang dilaksanakan tanggal 7 – 16 September 1985.

Tahap III

Tahun 1985, MG hidup sebagai organisasi kepencintaalaman dengan semangat yang baru. MAPAGAMA mempertahankan eksistensi struktur organisasi dan keanggotaannya hingga sekarang.

Periode Kepengurusan :

  1. Periode M. Baiquni (MG 85023/Pra Gladimula)
  2. Periode Roossusilo (MG 86062/GM II)
  3. Periode Puspita Nursari (MG 87074/GM III)
  4. Periode Anang Agus Susanto (MG 88081/GM IV)
  5. Periode Herlambang Setiawan (MG 91101/GM VI)
  6. Periode Sandya Yudha  (MG 92113/GM VIII)
  7. Periode Haryoto Atmodjo (MG 94127/GM IX)
  8. Periode Saryoto (MG 96141/GM XII)
  9. Periode Fajar
  10. Periode Akbar
  11. Periode Andreas Dimas Mahardi (GM XVIII)
  12. Perode Umi Trisulistyanti (GM XIX)
  13. Periode Andesmal (GM XX)
  14. Periode Ronald Eberhard (MG 2006199)
  15. Periode Rendy Enggar Suwandi (MG 2007202/GM XXII)
  16. Periode Uun Tsani Yudanti (sekarang)

PRESTASI MAPAGAMA

  1. Ekspedisi Gadjah Mada I Irian jaya, pendakian puncak Jayawijaya, pengabdian masyarakat serta penelitian vegetasi dan sosial.
  2. Ekspedisi Gadjah Mada II Nusa Kambangan penelusuran gua,  penelitian biospeleological dan pengabdian masyarakat.
  3. Ekspedisi Gadjah Mada III TN Lore Lindu Sulawesi Tengah, pelusuran hutan, pengabdian masyarakat serta penelitian analisis vegetasi.
  4. Ekspedisi Arung Jeram Sungai Bahau Kalimantan.
  5. Ekspedisi Arung Jeram Sungai Lariang, Sulawesi Tengah.
  6. Ekspedisi Arung Jeram DAS Serayu.
  7. Pemetaan Sungai Pekalen Jawa Timur.
  8. Penelitian sosial penambang belerang Gunung Ijen, Jawa Timur.
  9. Penelitian Walet di Gunung Kidul.
  10. Pemanjatan tebing Parang Jawa Barat.
  11. Ekspedisi TN Bukit 30.
  12. Ekspedisi TN Kerinci Siberut.
  13. Ekspedisi Serelo Lahat, Sumatra
  14. Ekspedisi TN Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara.
  15. Ekspedisi 4 Divisi Jawa, Bali, Lombok.
  16. Ekslorasi Pulau Sempu, Malang Jawa Timur.
  17. Juara 3 kejuaraan Arung Jeram Batang Asai Jambi.
  18. Juara 1 Java-bali rafting competition sungai Ello Magelang.
  19. Ekspedisi Putri Rinjani. Nusa Tenggara Barat

sekretariat :

Gelanggang Mahasiswa UGM sayap Utara

Info : mapagama@mapagama.org