Memperngati 38 tahun berdirinya, mapagama adakan pameran fotografi

Suasana di ruang sidang II gelanggang mahasiswa UGM  malam itu tampak meriah , banyak orang yang sedang menunggu pembukaan pameran fotografi yang di adakan mapagama dalam rangka memperingati ulang tahun ke 38 nya malam itu. Pameran foto kegiatan mapagama selama 3 tahun terakhir dibuka oleh Pak Basuki perwakilan dari direktorat kemahasiswaan UGM.

Disamping mengadakan pameran fotografi, mapagama juga mengadakan  sarasehan fotografi alam bebas yang di laksanakan pada  30 september 2011, sarasehan yang menghadirkan dua fotografer Mapagama yaitu Dwi Oblo dan Pinto NH ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta. Dalam uraian singkatnya Dwi oblo dan Pinto NH saling memberikan tips dan trik bagaiamana mendapatkan sebuah gambar alam bebas yang baik serta bagaimana mengemas sebuah foto alam bebas untuk kepentingan jurnalistik.

Rangkaian kegiatan ulang tahun mapagama yang di laksanakan dari tanggal 28 september sampai dengan 2 oktober ini mengambil tema mengenai fotografi alam bebas, hal ini sejalan dengan salah satu visi mapagama yang juga ikut serta mempromosikan keindahan alam Indonesia melalui kegiatan alam bebas.

Ada 52 foto dalam pameran kali ini, selain kegiatan petualangan seperti mendaki gunung, penelusuran gua, panjat tebing dan arung jeram, ada juga foto mengenai pengabdian masyarakat yang di lakukan di sela sela petualangan yang di lakukan mapagama.

Foto-foto yang di pamerkan mewakili kegitan mapagama yang di lakukan dalam kurun waktu 3 tahu terkahir, antara lain foto kegiatan ekspedisi putri rinjani, rafting tour de java, ekspedisi rante Mario, the goodcaver mapagama gua jaran , pego dan bekah,serta sandboarding mapagama, dan banyak kegiatan lain.

Tak hanya foto dalam negeri, foto kegiatan pendakian gunung kyanji ri Nepal yang di lakukan oleh salah satu anggota mapagama pun ikut di pamerkan di pameran foto kali ini. “kegiatan ini kami lakukan dalam rangka memperingati ulang tahun mapagama yang ke 38, sekalian  memperlihatkan kegiatan yang di lakukan mapagama kepada khalayak ramai” ujar januar wida selaku ketua panitia di sela-sela pameran.

Selamat Ulang Tahun ke 37 MAPAGAMA

Tidak terasa, MAPAGAMA sudah berada dalam usia yang ke 37 Tahun, usia ini bukanlah usia yang muda lagi, berbagai macam proses telah terlewati. Berbagai macam prestasi berhasil ditorehkan oleh MAPAGAMA.

Menengok ke belakang, tentang sejarah berdirinya MAPAGAMA yang mengalami pasang surut dan perubahan sistem organisasi yang berbeda, pada awal pembentukan tahun 1973 MAPAGAMA berdiri sebagai sebuah unit kegiatan ekstrakurikuler kepencintaalaman di bawah Dewan Mahasiswa UGM (DEMA UGM), hingga pada tahun 1978 MAPAGAMA dibubarkan seiring dengan pembubaran DEMA. Pada tahun 1980-an MAPAGAMA resmi berdiri kembali sebagai perserikatan, hingga pada tahun 1984 terjadi perubahan sistem kembali dari perserikatan menjadi perhimpunan dan mulai tahun 1985 mulai hidup sebagai organisasi kepencitaalaman yang berdiri sendiri hingga sekarang. Perubahan-perubahan tersebut membuat kami belajar tentang pentingnya eksistensi sebuah organisasi, hingga hati kami pun tergerak untuk tetap mempertahankan eksistensi MAPAGAMA di masa mendatang.

Terima kasih kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tetap memberikan kesempatan kepada kami untuk tetap belajar dan berproses di MAPAGAMA. Eksistensi MAPAGAMA dapat terjaga hingga saat ini, tak lain adalah karena usaha dari semua anggota yang tanpa pamrih telah mengorbankan pikiran, waktu dan tenaga serta perasaan demi kemajuan MAPAGAMA. Tidak lupa pula terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak  yang telah ikut mendukung MAPAGAMA.

Bangga rasanya pernah belajar dan berproses di MAPAGAMA, bagaimana kami belajar tentang arti sebuah kehidupan serta solidaritas terhadap sesama, membuat kami semakin tergerak untuk menghargai kehidupan kami, menjaga alam sekitar serta menghormati sesama manusia. Mulai dari kami yang tidak pernah tahu menjadi tahu, dari yang tidak pernah kami lakukan hingga coba kami lakukan semua kami dapatkan di MAPAGAMA.

Melihat jauh ke depan, harapan kami untuk mapagama semoga semakin jaya, semakin eksis sejalan dengan visi misi dan tujuan dari organisasi ini serta dapat memberikan manfaat baik bagi anggota sendiri, masyarakat serta lingkungan serta dapat kembali menorehkan prestasi-prestasi di masa yang akan datang. Semoga ke depan MAPAGAMA mampu melahirkan ratusan bahkan ribuan sosok manusia yang lebih peduli terhadap alam sekitar yang bersedia dan mampu untuk menjaga kelestarian alam.

Terima kasih MAPAGAMA, karna ini kami tau tentang banyak hal, karna ini kami tahu tentang arti kehidupan dan solidaritas terhadap sesama, karnamu kami menjadi lebih menghargai dan pedulian terhadap alam sekitar. Kami tidak akan pernah tahu tentang semua itu kalau tidak belajar dan berproses di MAPAGAMA. (Uun Tsani-Ketua Umum MAPAGAMA)